Athoillah, Ade (2026) Strategi Kepemimpinan Tokoh Organisasi Keagamaan dalam Menjaga Kerukunan antarumat Beragama: Studi Komparatif Di Desa Lingkungpasir Garut. Diploma thesis, STAI AL-Falah Cicalengka Bandung.
1_cover.pdf
Download (182kB) | Preview
2_abstrak.pdf
Download (336kB) | Preview
3_surat_bebas_plagiasi.pdf
Download (401kB) | Preview
4_daftarisi.pdf
Download (288kB) | Preview
5_bab1.pdf
Download (444kB) | Preview
6_bab2.pdf
Download (562kB) | Preview
7_bab3.pdf
Download (401kB) | Preview
8_bab4.pdf
Download (981kB) | Preview
9_bab5.pdf
Download (340kB) | Preview
10_daftarpustaka.pdf
Download (387kB) | Preview
Abstract
Indonesia merupakan negara yang majemuk, di mana keberagaman ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Sarekat Islam (SI) berperan penting dalam dinamika sosial dan penguatan nilai keagamaan. Namun, menguatnya ego sektoral serta perbedaan pandangan keagamaan (furu'iyyah) berpotensi memicu gesekan di tingkat akar rumput. Desa Lingkungpasir, Kabupaten Garut, dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan representasi nyata dari persinggungan basis massa ketiga ormas besar tersebut yang berhasil merawat stabilitas dan kerukunan masyarakat.
Rumusan masalah dalam penelitian ini berfokus pada tiga hal utama: (1) bagaimana strategi kepemimpinan tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Sarekat Islam (SI) dalam memelihara kerukunan di Desa Lingkungpasir; (2) apa saja persamaan dan perbedaan strategi kepemimpinan yang diterapkan oleh tokoh ketiga ormas tersebut; serta (3) apa faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi para tokoh dalam merawat kerukunan. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, serta membandingkan strategi kepemimpinan tokoh NU, Muhammadiyah, dan SI, sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam memelihara kerukunan antarumat beragama di Desa Lingkungpasir.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi komparatif (comparative study). Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pimpinan NU, Muhammadiyah, SI, aparatur desa, dan warga, yang dilengkapi dengan observasi lapangan serta dokumentasi. Teknik analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, analisis komparatif silang, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh NU menerapkan tipe kepemimpinan paternalistis-kharismatis melalui pendekatan budaya lokal (tahlilan, PHBI) dan dakwah inklusif. Tokoh Muhammadiyah mengusung kepemimpinan demokratis-transformasional melalui aksi empati sosial nyata (takziah, kepedulian warga) dan keterbukaan mimbar. Tokoh SI menggunakan kepemimpinan demokratis-egaliter berbasis trilogi pergerakan (sebersih-bersih tauhid, setinggi-tinggi ilmu, sepandai-pandai siasat). Persamaan ketiga tokoh terletak pada pemaknaan akidah sebagai perekat utama serta penggunaan MUI Desa sebagai wadah musyawarah, sedangkan perbedaannya terletak pada lembaga istinbath al-hukum internal (Bahtsul Masail di NU, Majelis Tarjih di Muhammadiyah, dan MASWI di SI). Faktor pendukung kerukunan mencakup sinergi Pemerintah Desa, MUI, dan tradisi gotong royong warga, sementara faktor penghambatnya meliputi masuknya paham eksternal yang kaku, pengaruh provokasi media sosial, dan fluktuasi semangat pengurus.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Strategi Kepemimpinan; Kerukunan Umat Beragama; Ormas Islam |
| Subjects: | Pendidikan Islam > manajemen pendidikan islam |
| Divisions: | sarjana (S1) > Manajemen Pendidikan Islam (S1) |
| Depositing User: | Ade Athoillah |
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 07:26 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 07:26 |
| URI: | https://digilib.staialfalah.ac.id/id/eprint/180 |
