Elbasth, muhamad (2024) Pendidikan Etika dalam Perspektif KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Maiur Sindi at-Thursidi. Diploma thesis, STAI Al Falah Cicalengka Bandung.
1.pdf
Download (98kB) | Preview
2.pdf
Download (206kB) | Preview
3.pdf
Download (220kB) | Preview
4.pdf
Download (232kB) | Preview
5.pdf
Download (838kB) | Preview
6.pdf
Download (770kB) | Preview
7.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (451kB)
8.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
9.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (331kB)
10.pdf
Download (378kB) | Preview
Abstract
Dalam lembaga pendidikan, etika sedikit banyak menjadi problem bagi lembaga pendidikan karena merosotnya akhlak dan moral peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kasus yang diberitakan di media koran ataupun televisi, berupa kenakalan remaja, pergaulan bebas, tindakan kriminal dan lain sebagainya. Sehubungan dengan itu, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1). Bagaimana Pendidikan etika dalam perspektif KH. Hasyim Asy’ari dalam Kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim. 2). Bagaimana Pendidikan etika dalam perspektif KH. Ahmad Maisur Shindi al-Tursidi dalam Kitab Tanbihul Muta’allim. 3). Bagaimana Komparasi Pendidikan etika dalam perspektif KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Maisur Sindi al-Tursidi.
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahhui Bagaimana etika menuntut ilmu menurut KH. Hasyim Asy’ari dalam Kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim dan juga bertujuan untuk mengetahui Pendidikan etika menuntut ilmu
menurut Ahmad Maisur Sindi al-Tursidi dalam Kitab Tanbihul Muta’allim. Serta bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Komparasi pendidiakan etika dalam perspektif KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Maisur Sindi al-Tursidi Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
kajian pustaka (library research) yang bersifat analisis deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan dengan bertumpu pada data-data kepustakaan. Hasil penelitian ini bahwa Pendidikan etika menurut Hasyim Asy’ari diantaranya adalah peserta didik harus membagusi niatnya, suci, qonaah,bersungguh sungguh ketika masih muda, membagi waktu, mencukupkan makan
dan minum, wira’i, mencukupkan tidur, sopan santun, menghormati dan memuliakan guru, bersabar, meminta izin pada guru, jika menyalin kitab jangan diletakkan di bumi, menghadap kiblat ketika belajar. Etika belajar peserta didik
menurut al-Tursidi di antaranya adalah peserta didik harus niat, suci, berdoa sebelum belajar, menghadap kiblat ketika belajar, menghormati guru, sopan santun, bersungguh-sungguh dalam belajar, mengamalkan ilmunya, wira’i, dan istiqamah. Adapun persamaan dari kedua tokoh tersebut adalah sebagai berikut.Pertama, etika peserta didik dalam belajar, peserta didik ketika belajar harus suci dan wira’i. Kedua, etika peserta didik terhadap guru, yaitu peserta didik harus
meyakini bahwa guru memiliki kemuliaan, keluhuran dan ketinggian derajat,patuh dan ridla, sopan santun dan tawadlu, janganlah membuat guru bosan karena dapat menjadi penyebab sulitnya memperoleh kemanfaatan ilmu, meminta izin kepada guru. Ketiga, etika peserta didik terhadap ilmu antara kedua tokoh tidak memiliki persamaan. Perbedaannya adalah sebagai berikut. Pertama, terletak pada redaksinya, pembahasan Hasyim Asy’ari tentang etika peserta didik dalam belajar lebih banyak dibanding al-Tursidi. Kedua, etika peserta didik terhadap guru tidak terdapat perbedaan. Ketiga, etika pesera didik terhadap ilmu tidak terdapat persamaan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pendidikan, Etika, Hasyim Asy’ari, Ahmad Maisur Shindi at-Thursidi |
| Subjects: | islamic education > pendidikan agama islam |
| Divisions: | sarjana (S1) > Pendidikan Agama Islam (S1) |
| Depositing User: | Admin |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 08:19 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 08:19 |
| URI: | https://digilib.staialfalah.ac.id/id/eprint/84 |
